Masalah Menyusui Ibu Baru

Oleh : Mindy Paramita

31 Agustus 2022

Sungguh rasa hati tak bisa terutarakan dengan kata-kata. Ya, akhirnya kamu punya titel baru sebagai ibu. Perjuangan setelah 9 bulan mengandung, terbayarkan sudah saat mendengar tangisannya dan menatap matanya. Baru saja mendekap hangat, kamu sudah mulai punya tugas baru, yaitu menyusui. Yang kamu pikir rasa sakit dan perjuangan 9 bulanmu sudah terbayarkan, ternyata belum “lunas”. Masalah menyusui telah menunggu. 

“Kaget, ternyata putingku lecet dan rasanya… sakit sekali!” 

Cobaan pertama ibu menyusui biasanya puting yang lecet. Ini wajar terjadi kalau bibir bayi tidak melekat sempurna pada puting ketika menyusu. Biasanya, bibirnya yang mungil itu belum pintar membuka lebar sehingga hanya bisa mengisap puting, sementara yang benar adalah mengisap hingga ke areola. 

Menggunakan salep untuk puting bisa jadi solusi, tapi sebaik-baik penyembuh luka adalah ASI itu sendiri. Oleskan ASI di seputar puting sebelum dihisap bayi agar putingmu terasa lebih nyaman. Terpenting, pastikan perlekatan bayi saat menyusui benar, ya. 

“Perlekatannya enggak benar, sepertinya tongue tie” 

Satu dari 10 bayi mengalami tongue tie yaitu kelainan pada frenulum lidah bayi sehingga berukuran terlalu pendek. Hal ini menyebabkan lidah bayi tidak leluasa untuk bergerak sehingga sulit untuk melekat pada payudara seutuhnya. Kita tak bisa melihat Ketika bayi mengalami tongue tie. Perlu bantuan ahli untuk memastikannya dan tindakan apa yang diperlukan untuk membuat bayi dan ibu merasa lebih nyaman saat proses menyusui. 

“ASIku sedikit…”

Kadang di awal kelahiran, ibu cemas karena ASI yang keluar mungkin hanya setetes, sementara “tetangga” ASInya langsung berlimpah. Eits, jangan dulu menyerah dan percaya pada susu formula. Kebutuhan bayi di awal usianya memang tidak banyak, lambungnya saja hanya sebesar kelereng yang paling kecil dan hanya bisa menampung ASI sebanyak 5-7 ml. ASI akan bertambah seiring seringnya bayi menyusui. Jadi, biarkan bayi menyusui semaunya, jangan kaget kalau tiba-tiba ASI kamu mendadak berlimpah ruah!

“Payudaraku terasa ada benjolan keras yang kalau tersenggol sakitnya luar biasa” 

Jika ini terjadi, kemungkinan payudara kamu sedang bengkak karena penuh dan tersumbatnya produksi ASI. Di awal menyusui, ibu dan bayi masih beradaptasi mencari kebutuhan yang pas untuk keduanya. Butuh beberapa waktu untuk saling memahami supply dan demand dari ASI. Seiring berjalan waktu, ASI yang keluar sesuai dengan kebutuhan bayi. Jika payudara terasa penuh namun bayi sedang tidur atau sudah menyusui, memerahnya agar payudara terasa kosong bisa membuat lebih nyaman sekaligus bisa untuk merangsang produksi ASI. Untuk mengatasi nyeri, kamu bisa kompres payudara dengan air hangat lalu pijat memutar sambil menekan bagian yang keras ke arah puting untuk melancarkan produksi ASI.

Permasalahan ibu menyusui sangat beragam, tapi bisa kamu antisipasi sejak dini. Kamu perlu tahu seluk beluk masalah ASI dan menyusui sehingga ketika buah hati hadir, kamu bisa meminimalisir segala kemungkinan tak nyaman dalam menyusui. 

Buat kamu yang sedang menunggu kehadiran buah hati, atau baru saja menyambut dan butuh informasi seputar menyusui, yuk ikutan kelas belajar online “Siap Menyusui Sebelum Melahirkan” bersama ketua umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia, Nia Umar. Kunjungi www.demikita.id, ya! 

 

https://www.nhs.uk/conditions/baby/breastfeeding-and-bottle-feeding/breastfeeding-problems/common-problems/